Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ditanya Kelanjutan Normalisasi Sungai Ciliwung, Basuki: Tanya Pak Anies

Sejumlah infrastruktur dibangun untuk menangkal banjir di Jakarta. Namun, ada proyek penangkal banjir yang seolah 'jalan di tempat'.

Proyek tersebut seperti normalisasi Sungai Ciliwung. Hingga saat ini, normalisasi masih terkendala pembebasan lahan.

Saat ditanya mengenai progres normalisasi Sungai Ciliwung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta agar hal ini ditanyakan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies sendiri akan mengakhiri masa jabatannya pada 16 Oktober 2022.

"Tanya Pak Anies," kata Basuki sambil tertawa, di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Basuki mengonfirmasi jika pembebasan lahan yang dulu belum berjalan. Padahal, normalisasi Sungai Ciliwung tergantung pada pembebasan lahan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, Basuki menerangkan, proyek sodetan atau terowongan dari Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT) terus berjalan. Dia mengatakan, satu terowongan saat ini sudah tembus.

"Sodetan sudah, sudah jalan. Sodetan Ciliwung ke BKT sudah jalan progres, satu terowongan sudah tembus," imbuhnya.

Sodetan Ciliwung ini ditargetkan rampung Februari atau Maret tahun depan. Sementara, untuk normalisasi Sungai Ciliwung ia belum bisa menargetkan.

Basuki melanjutkan, pihaknya juga mengejar target pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Kedua bendungan ini ditargetkan rampung Desember 2022 dan bisa berfungsi begitu rampung.

"Itu dry dam, jadi bendungan kering, itu hanya terisi kalau musim hujan kemudian kita alirkan pelan-pelan supaya dia sebagai tampungan hujan. Jadi nggak langsung mengalir ke Ciliwung, tapi ditahan dulu kemudian dikeluarkan sedikit-sedikit," terangnya. [detik.com]