Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

VIDEO HEBOH BANGET Perkelahian Antar Ibu-Ibu di Teluk Tiram Banjarmasin, Ternyata Jambret

VIDEO HEBOH BANGET Perkelahian Antar Ibu-Ibu di Teluk Tiram Banjarmasin, Ternyata Jambret



Viral sebuah video yang menunjukkan dua perempuan berkelahi di kawasan lampu merah kawasan Teluk Tiram Darat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Setelah ditelusuri Banjarmasinpost.co.id, ternyata perempuan yang mengenakan berdaster ungu berusaha untuk menjambret barang berharga dari perempuan berjaket hitam.

Perempuan mengenakan helm hitam dan jaket hitam, Hamidah (27), mengatakan, itu bukanlah perkelahian. Justru dirinya hampir menjadi korban penjambretan oleh perempuan berdaster ungu itu.

Ditambahkan Hamidah, mengaku sebagai warga Jalan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, kejadiannya saat Sabtu (24/9/2022) sekitar pukul 10.15 Wita.

Sepulang mengurus berkas pekerjaan dan ingin pulang, Ibu-ibu berdaster ungu itu berhenti tepat di belakangnya. Tak lama kemudian, ibu tersebut maju dan menghalangi motornya.

“Saat itu lagi lampu merah, jadi saya setop. Ibu-ibu itu awalnya setop di belakang motor saya. Ternyata dia maju dan menghalang-halangi motor saya seperti yang ada di video,” bebernya kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (24/9).

Hingga lampu berganti hijaupun, lanjut Hamidah, ibu tersebut bukannya minggir dan malah turun dan ingin merebut cincin dan gelang. Namun, upaya tak berhasil dan kemudian mengincar tasnya.

“Setelah lampu hijau, dia tetap tak mau minggir dan malah turun, mau ambil cincin dan gelang, namun tak berhasil. Lalu mengincar tas,” tutur Hamidah.

Dalam video tersebut, terlihat Hamidah berupaya keras mempertahankan barang berharganya.

“Saya tahan dan berteriak minta tolong, lalu orang sekitar mulai berdatangan,” jelasnya.

Cerita pun dilanjutkan Hamidah, setelah warga berdatangan, perempuan daster ungu tersebut panik dan segera kabur. Karena, warga sekitar menakut-nakuti dengan menyatakan ingin membawa ke kantor polisi.

Namun, Hamidah sendiri mengatakan tak ingin membawa masalah ini ke jalur hukum. Hanya mengimbau agar para perempuan yang mengendarai motor dan bawa barang berharga agar berhati-hati.

“Saya tidak memperpanjang masalah ini ke jalur hukum. Karena saya pikir, mungkin ibu ibu tadi juga lagi kepepet. Kasihan kalau sampai sampai berurusan dengan hukum, anaknya bagaimana, tidak ada yang mengurus. Saya harap kepada para ibu-ibu agar lebih berhati-hati supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya.


Sumber : banjarmasin.tribunnews.com