Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khofifah Beri Bansos BBM ke Warga Jember

Khofifah Beri Bansos BBM ke Warga Jember



Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan program perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak inflasi dan kenaikan harga BBM. Termasuk ke sejumlah warga Jember, kemarin (18/9). Khofifah juga memberikan bantuan kepada difabel hingga pembebasan pajak bagi angkutan umum.

Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada lima orang, pembebasan pokok pajak kendaraan bermotor 100 persen untuk pengemudi lin lima orang, dan ojek sebanyak lima orang.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Jatim itu turut menyerahkan secara simbolis bantuan paket untuk pencegahan stunting kepada 10 orang anak, bantuan zakat produktif kepada 100 orang penerima zakat, serta meninjau pelaksanaan pasar murah yang digelar UPT Bapenda Provinsi Jatim di Jember.

Usai meninjau dan menyerahkan berbagai bantuan tersebut, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa skema pembiayaan yang digelontorkan Pemprov Jatim dalam program perlindungan sosial akibat dampak inflasi dan kenaikan BBM ini total sebesar Rp 257 miliar, yang terdiri atas berbagai jenis bantuan. “Jadi, dari Rp 257 miliar ini antara lain sektor yang barangkali sangat baru. Seperti pembebasan pokok pajak 100 persen untuk angkot dan ojek. Memang ojek sebagian besar ada di Surabaya Raya. Tetapi, kami sedang menyisir juga di daerah-daerah seperti di Jember ini,” katanya.

Kemudian, untuk program ASPD berat. ASPD berat yakni penyandang disabilitas yang lebih dari dua disabilitas. Menurutnya, pada dasarnya ASPD itu sudah mendapatkan intervensi dari Pemprov Jatim per bulannya sebesar Rp 300 ribu. Namun, dalam program perlindungan sosial ini, mereka kembali menerima bantuan sosial top up sebesar ini Rp 600 ribu. “Harapan kami keluarga yang harus memberikan perawatan pada penyandang disabilitas berat ini bisa ter-support oleh bantuan sosial ASPD ini. Kemudian untuk nelayan, insyaallah besok (hari ini, Red) saya akan ke Puger, Jember. Ini upaya untuk bisa mengendalikan dampak inflasi dan kenaikan BBM,” terangnya.

Lebih lanjut, terkait program zakat produktif, Khofifah mengatakan, program zakat produktif itu sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan terakhir, bahkan sebelum BBM naik. Pemprov Jatim bersama instansi terkait seperti Baznas dan BUMD rutin memberikan bantuan, terutama bagi para pelaku usaha ultra mikro.

Dalam program perlindungan sosial dampak inflasi dan kenaikan BBM ini Pemprov kembali memberikan bantuan sebesar Rp 600 ribu kepada 30 ribu pelaku usaha mikro, dengan total bantuan sebesar Rp 18 miliar. “Jadi, zakat produktif hari ini ada dua pintu. Zakat produktif dari BUMD dan kali ini ada juga dari program perlindungan sosial dampak inflasi dan kenaikan BBM,” ucapnya.

Sementara, terkait dengan pelaksanaan pasar murah, dalam program perlindungan sosial dampak inflasi dan BBM, Pemprov Jatim menyelenggarakan pasar pangan murah di 20 lokasi. Tak hanya itu, pemprov juga akan menggelar Lumbung Pangan Jatim dan Operasi Pasar di lima Bakorwil dan 25 pasar rakyat.

Khofifah berharap pelaksanaan operasi pasar akan bisa memberi akses lebih mudah dan lebih murah untuk bisa memberikan stabilisasi kekuatan daya beli masyarakat. Terutama akibat dampak dari kemungkinan potensi inflasi dan kenaikan BBM. “Memang kami harus membangun sinergi semua pihak, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Kemudian dari BUMN, BUMD, serta melalui program CSR dari berbagai private sector. Bersama-sama harus memberikan penguatan daya beli masyarakat supaya kenaikan BBM ini tidak memberikan dampak serius bagi daya beli masyarakat. Sebab, kalau daya belinya turun, maka inflasi naik kemiskinan bisa naik,” katanya.

Sedangkan untuk operasi pasar sendiri rencananya akan dilakukan setiap Senin pagi di 25 pasar yang menjadi sampling Badan Pusat Statistik (BPS). Jadi, kalau di Jember ini ada empat pasar yang menjadi sampling BPS, di provinsi ada 25. “Tentu saya berharap masing-masing kabupaten kota akan melakukan intervensi operasi pasar di pasar yang menjadi sampling BPS,” katanya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan bebas pokok pajak kendaraan bermotor 100 persen, Hendro Nugroho, sopir lin jurusan Tawang Alun–Kampus mengaku bahagia dan senang dengan adanya bantuan itu. Menurutnya, bantuan itu meringankan bebannya, terutama dalam pembayaran pajak kendaraan.

Senada dengan Hendro, Safa, 39, warga Kaliwates, merasa senang dengan adanya pasar murah. Menurutnya, berbagai barang yang dijual, terutama bahan pokok, harganya lebih murah daripada yang dijual di pasaran. “Setelah BBM kemarin naik memang beberapa produk makanan beberapa ada yang naik. Dan di sini harganya murah-murah. Tadi saya beli beras sama bawang putih,” tuturnya.


Sumber : radarjember.jawapos.com