Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Banjir Terjang Rumah Warga di Samadua Aceh Selatan hingga Ambruk, Harta Benda Terseret Arus

Banjir Terjang Rumah Warga di Samadua Aceh Selatan hingga Ambruk, Harta Benda Terseret Arus



Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Selatan dan sekitarnya, Kamis (01/09/2022) telah berdampak terjadinya banjir luapan di beberapa gampong dalam Kecamatan Samadua dan Tapaktuan.

Bahkan menurut laporan, satu unit rumah sekaligus kedai kopi milik Fauzan (45), di lokasi objek wisata di kawasan Air Dingin, Gampong Batee Tunggai, Kecamatan Samadua, dilaporkan ambruk dihantam banjir luapan.

Untuk diketahui, hujan deras disertai angin kencang melanda Aceh Selatan sejak pagi hari.

Cuaca ekstrim tersebut mengakibatkan debit air sungai meluap dan mengalir deras.

Bukan hanya itu, ombak laut juga tinggi.

Subhan, warga Samadua kepada Serambinews.com mengungkapkan, banjir yang terjadi di Kecamatan Samadua menggenangi beberapa gampong.

Bahkan, menggenangi hingga badan jalan nasional di Gampong Gadang Kasik Putih, Kecamatan Samadua hingga mengundang kemacetan.

Camat Samadua, Yusman kepada wartawan di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa ambruknya satu unit rumah sekaligus kedai kopi di lokasi objek wisata di kawasan Air Dingin, Gampong Batee Tunggai itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB.

"Bangunan itu ambruk pada saat penghuni rumah bergegas ke luar. Begitu Fauzan dan anak istri ke luar dari rumah, sekejap mata rumah ambruk. Seluruh harta benda yang ada di dalam rumah hancur terseret arus," ungkap Yusman.

Peristiwa nahas ini, sebut Yusman, tidak menimbulkan korban jiwa.

Sedangkan kerugian yang dialami juga belum bisa ditaksir.

Saat ini, korban Fauzan dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah penduduk terdekat.

"Kejadian ini sudah kita laporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB). Sayangnya, kondisi hujan belum mereda," imbuh Camat.

Warga setempat mengaku, banjir luapan seperti hari ini belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan Air Dingin, Gampong Batee Tunggai, Kecamatan Samadua.

"Kejadian seperti ini baru ini pertama terjadi di lokasi ini," ungkap warga.(*)


Sumber : aceh.tribunnews.com