Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Deret Pengungkapan Kasus Judi Usai Ultimatum Kapolri

Aparat kepolisian gencar mengungkap kasus perjudian, baik yang dilakukan secara online maupun konvensional di berbagai wilayah Indonesia usai keluar perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebelumnya, Kapolri memerintahkan seluruh jajaran baik di Mabes Polri hingga Polda untuk memberantas habis aktivitas perjudian.

"Tak hanya para pemain dan bandar saja, namun juga pihak yang mem-backing di belakangnya serta melakukan pemblokiran situs-situs judi online," ujar Listyo dikutip dari akun resmi Instagram Divisi Humas Polri, Kamis (18/8).

Judi di Homestay Kuta

Polres Denpasar melakukan penggerebekan terhadap lokasi operator judi online di salah satu homestay yang terletak di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas mengatakan ada 9 orang tersangka judi online yang ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

Sejumlah barang bukti yang disita berupa 5 unit laptop, 8 CPU, 16 monitor komputer, 12 ponsel, dan 2 unit router Wi-Fi. Penggerebekan dilakukan Polres Denpasar pada Rabu (17/8) malam.

"Kita, akan melakukan pemeriksaan kepada laptop dan CPU, kita akan bawa ke Labfor dan kita cocokkan keterangan dari tersangka sebagai apa dan dimana," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (19/8).

Bandar Togel Online di Sumbawa

Polres Sumbawa menangkap tiga orang terduga pelaku judi online jenis togel di wilayah Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketiga pelaku tersebut ditangkap saat sedang merekap nomor. Polres Sumbawa memastikan satu dari tiga pelaku merupakan bandar togel online.

"Terduga pelaku berinisial MS (52), AK (33) dan JH (47)," ujar Kapolres Sumbawa, AKBP Henry Novika Chandra dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/8).

Novika menyebut pelaku MS ditangkap ketika sedang merekap angka bersama pelaku AK untuk dimasukkan ke dalam akun judi togel milik mereka. Menurutnya, MS pun berupaya merusak handphone.

Setelah itu, kata Novika, penangkapan dilakukan terhadap bandar judi online inisial JH (47). Saat digerebek, JH baru saja selesai menerima uang pembelian togel yang akan dimasukkan dalam akun judi online.

Dari tangan JH disita dua unit handphone, dua kartu ATM, tiga jenis rekap angka, dan uang tunai Rp3.167.000.

Polda Jateng Bekuk 275 Pelaku Judi

Polda Jawa Tengah membekuk sebanyak 275 orang pelaku perjudian dalam operasi besar penyakit masyarakat (Pekat) selama dua pekan pada Agustus 2022 ini.

Sebanyak 275 pelaku judi yang diamankan berasal dari pengungkapan jajaran 35 Polres se-Jawa Tengah ditambah pengungkapan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menjelaskan kasus judi yang mendominasi merupakan judi konvensional seperti judi kartu remi, tebak angka atau togel, dadu kopyok, sabung ayam, dan mesin ketangkasan.

Bandar Judi Online Jaringan Hongkong

Tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan menangkap tiga orang pelaku bandar togel online di Kota Makassar dan Parepare.

Ketiga pelaku berinisial MAB (30), MM (28), dan SW (48) merupakan jaringan togel online dari Hongkong. Mereka ditangkap setelah petugas melakukan patroli siber, dan kini terancam jeratan hukuman bui 10 tahun.

"Ketiga pelaku ini merupakan jaringan judi online togel dari Hongkong, karena diamankan rekap uang judi yang dikirim ke sana," kata Kasubdit Tipidsiber Polda Sulsel, Kompol Syarifuddin, Makassar, Senin (22/8).

Adapun barang bukti yang diamankan dari hasil judi online tersebut yakni, belasan handphone, satu kartu ATM dan buku rekening.

"Kemudian ada rekapan hasil uang togel online yang berasal dari Hongkong kita amankan," imbuhnya. [cnnindonesia.com]