Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teks LHO Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka Belajar

Seperti apakah teks laporan hasil observasi atau LHO? Bagaimana menggunakan informasi lain untuk mendukung hasil observasi dan mengapa harus objektif? Pernyataan tersebut akan kita ulas dengan mempelajari teks LHO bahasa Indonesia kelas 10 kurikulum merdeka belajar.

Perlu diketahui bahwa teks LHO adalah teks yang memaparkan sejumlah fakta dari hasil pengamatan. Dengan demikian, karena isinya berupa fakta dan bersifat faktual, maka harus dibuat secara objektif. Gambaran isi harus sesuai berdasarkan penelitian dan tidak dilebih-lebihkan dalam pelaporannya apalagi hingga manipulasi data. Dalam kurikulum 2022 ini, materi teks LHO lebih berwarna dan menarik untuk dipelajari.

Teks LHO Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka Belajar
Teks LHO Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka Belajar.
Foto oleh Pexels

Pada dasarnya melakukan observasi dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, observasi dilakukan berupa kegiatan melihat, mengamati, melakukan dan merasakan apa yang diamati. Sedangkan secara tidak langsung, artinya observasi dilakukan dapat melalui mendengarkan informasi, berita, dan sejenisnya.

Ciri teks LHO

Berikut ini beberapa ciri teks LHO atau prinsip yang harus dipenuhi dalam teks LHO, antara lain.

  1. Objektif, laporan berdasarkan pengamatan tanpa melebih-lebihkan atau sesuai dengan apa yang diamati.
  2. Jelas, laporan yang dibuat harus menggunakan bahasa yang komunikatif dan jangan menimbulkan penafsiran berbeda.
  3. Lengkap, diharuskan data dan fakta ada dalam laporan.
  4. Akurat, data yang diungkapkan harus benar atau valid dan bermanfaat.
  5. Sistematis, artinya pada saat penyusunan laporan harus runtut sesuai dengan model penulisan yang mudah dipahami.
  6. Tepat waktu, hasil pengamatan harus segera disusun laporannya sesuai dengan kebutuhan.
  7. Ciri teks LHO lainnya adalah menggunakan bahasa atau kata-kata ilmiah.
Dalam mempelajari teks LHO bahasa Indonesia kelas 10 kurikulum merdeka belajar harus tuntas. Selain ciri-cirinya, perlu dipelajari struktur teks LHO berikut ini.

Struktur teks LHO 

Ada 3 struktur teks LHO secara umum yang wajib dipelajari.

1.  Pernyataan umum atau klasifikasi

Bagian ini merupakan gambaran umum sebagai pembuka atau pengantar hal yang ingin dipaparkan. Bagian pertama ini berisi tentang objek yang dikaji dan penjelasan secara umum.

2.  Deskripsi bagian.

Dalam struktur ini berisi penjelasan mengenai bagian-bagian objek sesuai benda yang dapat pelajari denga hati-hati

3.  Deskripsi manfaat atau kesimpulan

Bagian ini memaparkan perihal manfaat dari objek yang diamati baik bagi manusia maupun alam.

Lebih mudah untuk menentukan tiap-tiap paragraf menjelaskan struktur teks LHO apa dalam wacana adalah dengan memerhatikan jumlah paragraf yang ada. Pada umumnya, bagian pernyataan umum terletak pada paragraf pertama. Untuk deskripsi bagian terdapat pada paragraf tengah sesuai jumlah yang ada, sedangkan deskripsi manfaat terletak pada bagian paragraf terakhir.

Teks LHO Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka Belajar

Kaidah Kebahasaan Teks LHO

Pentingnya mempelajari kaidah kebahasaan teks LHO agar mampu menyusun laporan dengan menarik, sistematis dan sesuai dengan struktur yang sudah ditentukan. Berikut ini penjelasannya.

1. Kalimat Definisi

Penggunaan kalimat definisi sebagai ciri bahwa wacana yang ditulis merupakan bentuk laporan dari hasil observasi dengan merujuk pada istilah teknis atau ilmiah. Kalimat definisi adalah kalimat yang menjelaskan suatu hal, baik benda hidup maupun mati secara umum. Membuat kalimat definisi menggunakan kopula, seperti yaitu, merupakan, adalah, artinya, yakni, dll.

2. Kalimat Deskripsi

Untuk memaparkan apa yang kalian lihat dan rasakan sebagai penjelasan sifat suatu objek bisa menggunakan kalimat deskripsi sehingga apa yang dijelaskan memiliki ciri yang spesifik.

Contoh: Tubuh mereka berwarna coklat dengan aksen putih lembut dan cerah.

Selain menggambarkan sifat atau ciri, kalimat deskripsi dapat digunakan untuk memaparkan suatu aktivitas yang dilakukan objek tersebut. Dalam penggunaannya, kalimat ini memanfaatkan kata kerja material atau kata kerja yang menunjukkan tindakan.

Contoh: Rongga itu memperkuat suara yang dihasilkan oleh getaran tymbal.

3. Imbuhan di-

Perhatikan. Penulisan imbuhan di- berbeda dengan kata depan "di". Perbedaannya adalah imbuhan di- ditulis bergabung dengan kata dasar, sedangkan kata depan "di" ditulis terpisah dari kata dasarnya.

Contoh: Imbuhan di- : dilempar, dipotong, dilepaskan
              Kata depan di : di depan, di samping, di pohon

4. Kutipan tidak langsung dan sumber rujukan

Dalam menyajikan data yang akurat maka diperlukan pendukung hasil pengamatan dengan menggunakan sumber lain, karena teks LHO merupakan bentuk teks ilmiah. Ada dua format yang digunakan dalam penulisan kutipan tidak langsung, antara lain:

  • Mencantumkan sumber kutipan dalam tanda kurung pada akhir kalimat berupa nama belakang pengarang, tahun penerbitan, dan halaman. Contoh: Kunang-kunang betina ada yang mempunyai sayap dan tidak mempunyai sayap sehingga tidak selalu terbang (Borror & White 1970, 37). 
  • Mencantumkan nama belakang penulis di luar tanda kurung dan tahun serta halaman dalam tanda kurung. Contoh: Essig (1958, 78) menyatakan bahwa spesies kunang-kunang sering ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan hangat, seperti kolam, sungai, payau, lembah, parit, dan padang rumput.
Sedangkan penulisan sumber rujukan adalah sebagai berikut.

Essig, EO. 1958. College Entomology. 5th ed. New York: MacMillan.

5. Kata Konjungsi

Konjungsi atau kata sambung digunakan untuk menggabungkan antar kalimat atau paragraf. Contoh: Buah mengandung vitamin tinggi sedangkan beras mengandung karbohidrat tinggi.

6. Kalimat simpleks dan kompleks

Perbedaannya adalah jika kalimat simpleks hanya mengandung satu kata kerja sedangkan kalimat kompleks menggunakan dua atau lebih kata kerja.

Contoh: 

  • Pohon buah yang rindang ditanam di halaman rumah. (Kalimat simpleks)
  • Pohon buah yang rindang ditanam di halaman rumah sehingga udara lebih segar. (Kalimat kompleks) 
Menulis Teks LHO

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum menulis teks LHO. Tentu saja harus diawali dengan melakukan pengamatan terlebih dahulu, kemudian menyusun kerangka laporan dan kemudian mengembangkannya menjadi laporan yang utuh.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, antara lain.

  1. Disertai dengan data yang akurat dan objektif.
  2. Tidak menimbulkan salah tafsir.
  3. Ditulis dengan bahasa yang lugas dan komunikatif.
  4. Menarik untuk dibaca.
Selain itu, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi yang dilanjutkan dengan menulis teks LHO.

  1. Tentukan objek yang menarik untuk diamati.
  2. Sebelum melakukan pengamatan, tentukan terlebih dahulu apa saja yang akan diamati dari objek tersebut sebagai panduan observasi.
  3. Dilanjutkan pelaksanaan observasi berdasarkan panduan yang disusun sebelumnya. Gunakan alat dokumentasi berupa kamera sebagai bukti pengamatan, bahkan bisa mengambil sebagian objek sebagai sampel.
  4. Kemudian buatlah kerangka laporan yang sistematis berdasarkan struktur teks LHO.
  5. Mulailah mengembangkan kerangka tersebut menjadi laporan yang utuh dengan memerhatikan kaidah kebahasaan teks LHO agar semakin menarik.
  6. Sebagai penutup, periksa kembali laporannya untuk memastikan bahwa data yang disajikan benar-benar akurat dan objektif.
Nah demikian tahapan mempelajari teks LHO bahasa Indonesia kelas 10 kurikulum merdeka belajar. Teks LHO yang kalian susun dapat ditransformasi ke dalam format kreatif dan dipublikasikan di media cetak atau digital.