Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RAKOR III FAGAR GARUT, Pemkab Ajukan 5.039 CASN P3K, 3.327 Khusus Guru Honorer

GARUTSELATAN.NET - RAKOR III FAGAR GARUT, Pemkab Ajukan 5.039 CASN P3K, 3.327 Khusus Guru HonorerBerlokasi di aula BJB Garut, Selasa, 26 Juli 2022, udah digelar Rapat Penyelarasan ke III di antara DPP dan DPC FAGAR dengan Pemkab. Garut yang dikunjungi oleh Kepala BKD Garut, Kabid GTK Disdik Garut, Kabid Biaya BPKAD, Anggota Komisi 1 DPRD Garut, Pengurus DPP FAGAR, Para Ketua DPC FAGAR dan perwakilan dari Guru Honorer yang lulus Passing Grade dan Ketua PGRI Kab. Garut.

Pemkab Ajukan 5.039 CASN P3K, 3.327 Khusus Guru Honorer


Dalam laporannya Adeng Sukmana, S.Ag, MM sebagai Ketua Umum DPP FAGAR berterima kasih pada pihak eksekutif dan legislatif yang udah menampung masukan kami, maka kuota ASN P3K di tahun 2022 dari Pemkab. Garut sekitar 3.327 untuk guru honorer udah di sampaikan ke Menpan RB, tetapi waktu terakhir ini banyak informasi yang menjadi bimbang banyak guru honorer perihal kuota itu berkenaan ada 184 orang tidak masuk kuota karena tidak ada formasinya, maka munculah isue dan gossip ini itu, pada akhirnya kami dari DPP FAGAR Garut setuju untuk mengadakan rapat penyelarasan (RAKOR) ke III dengan pihak Pemkab. Garut sampai kami pun telah mengundang Pa Andika dari Dirjen GTK Kemendikbud ristek RI, Ungkapnya.

"Semoga dalam Rapat koordinasi ke III bisa memberi kepastian yang sebetulnya dari faksi BKD, Disdik, BPKAD dan DPRD Garut, sehingga Kouta 3.327 benar-benar di alokasi buat para guru honorer yang ada di Kab. Garut, tambah lagi dengan kuota untuk Tenaga Kesehatan dan Honorer lainnya. ".Tuturnya penuh harap.

Sedangkan H. Didit Fajar Putradi sebagai Kepala BKD Garut mengatakan perihal kronologis awalnya perjuangan dari pengurus DPP FAGAR bersama anggota DPRD Garut, BKD dan Sekda Garut ke Menpan RB, banyak suka dan duka yang kami rasakan bergadang hingga sampai tengah malam untuk menginput data, pa Erom dari Disdik Garut sebagai saksinya maka kuota CASN P3K sekitar 5.039 udah di sampaikan ke Menpan RB, di mana didalamnya ada 3.327 untuk kuota para guru honorer dan sisanya untuk Nakes dan Tenaga Honorer lainnya. Pungkasnya penuh semangat.

"Saat ini tinggal tunggu jawaban dari Kemenpan RB, apa kuota itu di ACC oleh Pusat atau tidak.. ? Jelasnya penuh diplomasi.

"Jadi kami dari pihak eksekutif telah menampung semua tuntutan dari tenaga guru honorer, tenaga kedokteran dan tenaga honorer yang lain, KUA-PPAS juga telah kami berikan ke DPRD Garut untuk di lakukan revisi, salahsatunya perihal bujet untuk CASN P3K, saat ini ketentuan pada akhirnya dapat dibahas oleh pihak eksekutif dengan pihak legislatif, apa kouta 5.309 di akomodir atau tidak oleh pihak DPRD Garut. Tandasnya.

Hal sama di ungkapkan oleh Gita Rahayu Kabid Anggaran BPKAD Kab. Garut jika pada mulanya udah di input biaya untuk pengajian tenaga honorer sekitar 4.142, tetapi barusan saya dengar dari pihak BKD naik jadi 5.039 orang yang terbagi dalam 3.327 untuk guru honorer dan sisanya untuk Nakes dan Tenaga Honorer lainnya. Ucapnya.

"Jadi kami belum dapat memberi jawaban yang benar apa kuota itu di ACC oleh DPRD Garut, kami juga sedang menanti jawaban perihal koreksi pengajukan kuota CASN P3K dari Kemenpan RB, apabila sudah ada jawaban yang benar, baru dapat membuatkan anggaran di KUA-PPAS itu. ".Tandasnya.

Dadang Sudrajat di dampingi oleh Alit Suherman dari DPRD Garut mengatakan perihal pertama kali pengajuan kuota CASN P3K itu, dimulai dari 857, selanjutnya naik jadi 3.330, lalu naik jadi 4.142 dan paling akhir tgl 25 Juli 2022, kami memperoleh data tuturnya naik kembali jadi 5.039 orang, karena itu dalam waktu dekat dapat selekasnya dikupas oleh Badan Anggaran, mudah-mudahan ada bujetnya untuk pengupahan ASN P3K itu, pokoknya kami ingin apa yang telah di tandatangani oleh Bupati Garut untuk Kouta ASN P3K bisa di wujudkan di tahun 2023 nanti. Pungkasnya tegas.

Sementara itu Ma'mol sebagai Waketum DPP FAGAR sewaktu diminta pendapatnya berkata, "Alhamdulilah perjuangan dari FAGAR tidak sia-sia udah diakomodir oleh pihak eksekutif dan legislatif sehingga koutanya jadi 3.327 untuk guru honorer termasuk didalamnya yang 184 udah masuk kuota untuk guru PAI dan Bahasa Inggris, sisanya 1.712 untuk tenaga honorer kesehatan dan honorer yang lain telah disampaikan ke Menpan RB dan telah di input ke KUA-PPAS. Ungkapnya.

"Karena itu kami menyampaikan ucapan terima kasih pada pihak eksekutif dalam hal ini Bupati Garut, Sekda, Disdik, BKD, BPKAD dan DPRD Garut yang telah menanggapi aspirasi kami dari banyak guru honorer agar dapat mengubah nasibnya jadi ASN P3K." Ujarnya.

Paling akhir Ma'mol memohon pada pihak DPRD Garut supaya selekasnya menanggapi revisi KUA-PPAS yang di anggarkan untuk penggajian ASN P3K baik itu untuk guru honorer, tenaga kesehatan dan tenaga honorer lainnya. Imbuhnya.

"Jadi saat ini kuncinya ada pada pihak DPRD Garut apa mau menerima merevisi KUA-PPAS itu, intinya kami ingin kuota 3.327 untuk guru honorer dapat diangkat jadi ASN P3K, masalah anggarannya dari mana..? Silahkankan pihak eksekutif dan legislatif yang mempunyai kewenangan, kami mau apa yang telah di sampaikan ke Menpan RB bisa seluruhnya lulus dan diterima jadi ASN P3K. ".Pungkasnya. (source:tintajabar.com)


Pencarian yang banyak dicari:
  • rapat koordinasi fagar garut
  • rakor 3 fagar garut
  • pemerintah kabupaten garut
  • ajukan formasi 5.039 casn pppk
  • 3327 khusus guru honorer
  • kepala bkd garut 
  • kabid gtk 
  • disdik garut 
  • kabid anggaran bpkad 
  • anggota komisi 1 dprd garut 
  • pengurus dpp fagar 
  • para ketua dpc fagar
  • perwakilan guru honorer yang lulus passing grade 
  • ketua pgri kab. garut
  • menunggu keputusan permenpanrb