Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kabar Buruk! TPP ASN Terancam Tidak Bisa Dicairkan, Begini Alasannya

Berita Aktual_Pemkab Situbondo mengeluarkan sanksi kepada ASN yang belum menyelesaikan vaksinasi dosisi kedua dan dosis ketiga. Jika tetap tidak mau melakukan, mereka harus rela kehilangan tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Sebab, terancam tidak dicairkan. 

Data yang diterima koran ini menyebutkan, capaian angka vaksinasi ASN di lingkungan Pemkab Situbondo memang meningkat signifikan. Mereka berduyun-duyun melaksanakan vaksinasi di halaman kantor Kecamatan Situbondo. Usut-punya usut, tampaknya mereka khawatir tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya benar-benar tidak cair. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Dwi Herman Susilo, S.KM., M.Kes, melalui Sekretaris Dinkes Rina Widharnarini, S.KM. M.Kes mengatakan, Pemkab Situbondo telah menerbitkan surat edaran pemberian sanksi kepada ASN yang belum menyelesaikan vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga. 

“Ini dilakukan untuk mengejar target capaian vaksinasi dosis kedua. Hingga saat ini masih sekitar dua ribu ASN belum melakukan vaksinasi dosis kedua maupun dosis ketiga atau vaksin booster. Mereka tersebar di seluruh OPD,’’ ucap Rina Widharnarini, Minggu (10/4) kemarin. 

Lebih lanjut, Rina mengatakan, keterlambatan pelaksanaan vaksinasi untuk ASN disebabkan beberapa faktor. Misalnya penyakit bawaan. Ada juga sejumlah ASN yang baru sembuh terpapar Covid-19. Sehingga, baru bisa dilakukan vaksinasi. “Setelah dinyatakan sehat, sejumlah ASN kemudian melaksanakan vaksinasi. Namun untuk ASN yang sehat dan tidak melaksanakan vaksin lanjutan, mereka terancam tidak mendapat TPP,” ungkapnya.

Rina mengaku, capaian vaksinasi dosis kesatu sudah melebihi target, yakni mencapai 85,20 persen. Sedangkan untuk capaian dosis kedua, Pemkab Situbondo baru mencapai 65,48 persen. Maka untuk bisa mencapai 70 persen, masih kurang 4,5 persen yang perlu melakukan vaksinasi dosis kedua. “Karena vaksin dosis kesatu sudah melebihi target maka Situbondo masuk PPKM level dua. Sedangkan untuk bisa menjadi level satu, vaksin dosis kedua harus mencapai 70 persen,” jelasnya. 

Koordinator Humas Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Situbondo, Lukman Habsi mengakui, antusias ASN cukup besar dalam melaksanakan vaksinasi, meskipun di Bulan Ramadan. Mereka datang ke gerai vaksinasi kantor kecamatan. Rata-rata bagi ASN melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau booster. “selain dosis ketiga, para ASN juga baru ada yang melakukan suntik vaksin dosis kedua,” ucapnya. 

Lukman menjelaskan, selama Bulan Ramadan, sekitar seratus warga lebih yang sudah melakukan vaksinasi. “Minggu pertama kita lihat dulu, bagaimana antusia warga. Kalau antusiasnya besar ya kami lanjutkan membuka pelayanan vaksinasi. Tapi kalau sedikit, itu rugi untuk melakukan suntik vaksin. Lebih baik warga dikumpulkan dalam jumlah yang lebih banyak baru dilaksanakan vaksinasi,” jelas Lukman. 


Sumber : FAJAR.CO.ID

Demikian informasi ini semoga bermanfaat, silahkan simak informasi lainnya dibawah ini.