Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dijemput Paksa, Polda Banten Anggap Nikita Mirzani Tak Kooperatif dalam Penyidikan?


ARTIS kontroversial Nikita Mirzani dijemput paksa oleh kepolisian Polda Banten pada Kamis (21/7/2020) di salah satu mal di kawasan Senayan. Terkait penjemputan paksa tersebut, Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga membeberkan alasan pihak berwajib menjemput paksa Nikita Mirzani.

Shinto menegaskan penangkapan Nikita Mirzani telah melalui berbagai pertimbangan hukum. Tak hanya itu, perilaku NM yang dinilai tak kooperatif juga menjadi alasan utama Polresta Serang Kota menjemput paksa sang artis.

"Pertimbangan penangkapan terhadap tersangka NM tentu saja pada sikap NM yang cenderung tidak kooperatif selama penyidikan," kata Shinto Silitonga melalui keterangan resmi yang diterima awak media, Kamis (21/7/2022).

Lebih lanjut, Shinto mengatakan pihaknya telah melakukan panggilan resmi terhadap NM.

"Penyidik sudah beberapa kali menyampaikan himbauan agar tersangka kooperatif selama proses penyidikan berlangsung," lanjutnya.

Sebelumnya, Shinto membenarkan insiden penangkapan Nikita Mirzani yang terjadi di depan mall Jakarta.

"Betul (Nikita Mirzani ditangkap)," kata dia saat dihubungi awak media hari ini.

Adapun video penangkapan Nikita Mirzani pun viral di media sosial usai diunggah pengacara Ramdan Alamsyah di akun Instagramnya.

Diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani alias NM dipolisikan atas kasus dugaan pencemaran nama baik oleh kekasih Nindy Ayunda, Dito Mahendra. Laporan tersebut dilayangkan Dito pada 16 Mei 2022 ke Polresta Serang Kota.

Atas laporan tersebut, wanita yang akrab disapa Nyai ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga sudah menggeledah kediaman NM pada 14 Juli lalu.

Polisi juga berhasil mengantongi beberapa barang bukti dari rumah Nikita yang berlokasi di Petukangan, Jakarta Selatan.

(van)