Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Tato Harus Dihapus Jika Sudah Bertaubat? Begini Jawaban Ustadz Das'ad Latief

Apakah Tato Harus Dihapus Jika Sudah Bertaubat? Begini Jawaban Ustadz Das'ad Latief


Tato merupakan gambar atau lukisan yang dengan sengaja dibuat pada permukaan kulit tubuh.

Dalam sebuah hadis sahih, Nabi Muhammad SAW memperingatkan kaum Muslimin agar tidak menato tubuh. Sebab, hal itu berarti mengubah ciptaan Allah SWT.

“Allah melaknat wanita yang menato dan wanita yang meminta ditato, yang mencukur alis dan yang meminta dicukur alisnya, serta yang merenggangkan giginya untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah,” sabda Rasulullah SAW, yang diriwayatkan dari Imam Bukhari.

Namun bagaimana jika seseorang yang sudah terlanjur memiliki tato dalam tubuhnya, lantas bertaubat atas dosa dan kesalahannya? Apakah wajib untuk menghapus tatonya atau membiarkannya, karena menghapus tato memiliki risiko membahayakan tubuh?

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustadz Das'ad Latief mengatakan apabila orang tersebut tidak mampu untuk menghapusnya, maka sebaiknya dibiarkan saja.

Akan tetapi, jika orang tersebut mampu menghapusnya, maka hukumnya tidak apa-apa. Sebab kata Ustadz Das'ad Latief, Allah Maha Pemurah bagi hamba-hambanya.

“Boleh dihapus baiknya kalau mampu, kalau tidak? Sudah Allah Maha Pengasih," ucap Ustadz Das'ad Latief, dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Sabtu (23/7/2022).

Oleh karenanya, umat muslim diwajibkan untuk bertaubat dan beristighfar kepada Allah SWT.

Sumber : www.celebrities.id