Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Capaian Pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu

Usaha pertanian terpadu sangat penting pada masa sekarang di mana dibutuhkan keterampilan pengelolaan dalam kondisi keterbatasan lahan, air, dan sumber daya penting lainnya, serta dampak perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian. Dibawah ini saya sodorkan capaian pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu.

Usaha pertanian terpadu sangat penting pada masa sekarang di mana dibutuhkan keterampilan pengelolaan dalam kondisi keterbatasan lahan, air, dan sumber daya penting lainnya, serta dampak perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian. Dibawah ini saya sodorkan capaian pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu.

Capaian Pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu

    A. Rasional Usaha Pertanian Terpadu

    Dasar-Dasar Usaha Pertanian Terpadu merupakan mata pelajaran yang berisi kompetensi-kompetensi yang mendasari penguasaan keahlian usaha pertanian yang memadukan dua usaha pertanian atau lebih dalam pengelolaannya.

    Usaha pertanian terpadu sangat penting pada masa sekarang di mana dibutuhkan keterampilan pengelolaan dalam kondisi keterbatasan lahan, air, dan sumber daya penting lainnya, serta dampak perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian. 

    Selain itu, usaha pertanian terpadu juga berperan dalam penyediaan bahan pangan, pakan dan produk lain yang bersumber dari hasil pertanian atau hayati yang berkelanjutan khususnya sesuai dengan kearifan lokal pertanian
    berkelanjutan yang dimiliki Indonesia.

    Mata pelajaran ini akan membuka minat dan bakat (passion) peserta didik tentang usaha pertanian terpadu, serta menumbuhkan kebanggaan sebagai penggiat bidang pertanian modern Indonesia yang nantinya akan menjadi ujung tombak ketahanan pangan.

    Usaha pertanian terpadu dibagi menjadi 3 (tiga) model sistem usaha, yaitu: 
    1. sistem usaha pertanian terpadu berbasis tanaman, 
    2. sistem usaha pertanian terpadu berbasis ternak, dan 
    3. sistem usaha pertanian terpadu berbasis perikanan. 

    Usaha pertanian terpadu in dapat dilakukan dengan cara horizontal dan vertikal. 
    Usaha pertanian terpadu secara horizontal adalah memadukan dua kegiatan usaha
    atau lebih antar komoditas pertanian, misalnya: 
    • usaha budidaya kacang tanah dengan usaha budidaya jagung, 
    • usaha budidaya padi dengan usaha budidaya ikan, 
    • usaha budidaya ayam dengan usaha budidaya ikan, 
    • usaha budidaya kelapa dengan usaha budidaya sapi, dan lain sebagainya). 

    Sedangkan usaha pertanian terpadu secara vertikal adalah memadukan dua kegiatan usaha pertanian atau lebih, bisa dalam satu komoditas ataupun berbeda komoditas. 

    Usaha pertanian terpadu secara vertikal dalam satu komoditas, misalnya:
    • usaha budidaya ternak sapi perah dengan pengolahan susunya, 
    • usaha budidaya ternak sapi dengan pembuatan biogas dari kotoran sapinya,
    • usaha budidaya kedelai dengan usaha pembuatan tempenya dan lain sebagainya. 

    Sedangkan usaha pertanian terpadu secara vertikal berbeda komoditas, misalnya: Usaha pembuatan tahu dengan usaha memelihara ternak sapi yang diberikan makan limbah tahu (bungkil tahu), usaha pembuatan tahu dengan usaha pembuatan pakan dengan salah satu bahannya dari limbah tahu (bungkil tahu) dan lain sebagainya.

    Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dasar bagi peserta didik tentang usaha pertanian terpadu; proses pengolahan hasil pertanian mulai dari bahan baku, produksi, hingga marketing dengan pendekatan holistic dan systematic thinking. 

    Selain itu, mata pelajaran ini penting bagi peserta didik dalam memahami
    tentang isu-isu global tentang ketahanan pangan, perubahan iklim dan kelestarian ekosistem, juga sebagai landasan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan kompetensi Usaha Pertanian Terpadu di kelas XI dan XII.

    Pembelajaran mata pelajaran ini dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari. 

    Pembelajaran tersebut harus dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 

    Model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain: 
    Sobat GS akanlebih jauh mengetahui langkah-langkah dan tahapan 5 model pembelajaran diatas pada artikel sintaks 5 model pembelajaran.

    Cara pembelajaran di atas akan mampu mengembangkan peserta didik sebagai pribadi yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia baik kepada diri sendiri, kepada sesama, maupun kepada alam serta lingkungan, gotong royong, mandiri, kemampuan menyelesaikan tugas dan pekerjaan tepat waktu, integritas, bernalar kritis, kreatif khususnya berinovasi untuk mengembangkan pertanian terpadu yang sesuai dengan kearifan lokal Indonesia untuk kemandirian pangan di masa depan.

    Capaian Pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu

    B. Tujuan Usaha Pertanian Terpadu

    Mata pelajaran Dasar-dasar Usaha Pertanian Terpadu bertujuan membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (soft skills dan hard skills):
    1. memahami profil industri, dunia usaha atau dunia kerja dan proses bisnis di bidang usaha pertanian terpadu;
    2. memahami perkembangan teknologi, proses produksi, dan isu-isu global di bidang usaha pertanian terpadu;
    3. memahami konsep dasar konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya;
    4. memahami agripreneur, profesi, job profile, peluang usaha dan peluang bekerja di bidang usaha pertanian terpadu;
    5. memahami penanganan dasar komoditas pertanian usaha pertanian terpadu sesuai prosedur serta keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup (K3LH); dan
    6. memahami teknik dasar usaha pertanian terpadu.

    Capaian Pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu

    C. Karakteristik Usaha Pertanian Terpadu

    Mata Pelajaran Dasar-Dasar Usaha Pertanian Terpadu merupakan dasar mempelajari kompetensi usaha pertanian terpadu selanjutnya.

    Dasar-dasar usaha pertanian terpadu dapat membuka wawasan peserta didik tentang sistem usaha pertanian terpadu yang memadukan 2 (dua) atau lebih kegiatan usaha di bidang pertanian, baik secara horizontal maupun vertikal.

    Pada hakikatnya mata pelajaran Dasar-Dasar Usaha Pertanian Terpadu berfokus pada kompetensi bersifat dasar yang harus dimiliki oleh generasi muda penerus usaha pertanian terpadu dengan menjadi agripreneur muda dan atau bekerja di industri pertanian terpadu sesuai dengan perkembangan dunia kerja.

    Selain itu peserta didik diberikan pemahaman tentang proses bisnis, 
    perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global, profil entrepreneur, job profile, peluang usaha dan pekerjaan/profesi.

    Mata pelajaran Dasar-Dasar Usaha Pertanian Terpadu meliputi elemen sebagai berikut.

    D. Capaian Pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu

    Pada akhir fase E (kelas X), peserta didik akan mendapatkan gambaran utuh mengenai program keahlian Usaha Pertanian Terpadu, sehingga mampu menumbuhkan passion dan vision untuk merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar. 

    Selain itu pada akhir fase E, pada aspek soft skills dan hard skills peserta didik diantaranya :
    • mampu memahami profil industri, dunia usaha atau dunia kerja dan profesi/wirausaha di bidang usaha pertanian terpadu, 
    • perkembangan teknologi di bidang usaha pertanian terpadu, isu-isu global terkait dengan usaha pertanian terpadu dan upaya penanganannya pada tingkat lokal, 
    • penanganan komoditas hasil pertanian sesuai prosedur dan Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH), 
    • manajemen pada usaha pertanian terpadu secara holistik, teknik dasar usaha pertanian terpadu. 
    Capaian Pembelajaran tersebut seperti di bawah ini.

     

    Atau Silahkan Unduh Capaian Pembelajaran Dasar-Dasar Usaha Pertanian Terpadu pada link berikut ini :


    Demikian Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Usaha Pertanian Terpadu  yang bersumber dari lampiran 1-4 Surat keputusan Kepala BSKAP kemdikbud No 008/H/KR/2022
    Semoga Bermanfaat