Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Membaca Puisi di Atas Pentas yang Baik

Daftar isi

Pentingnya memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan pemaknaan puisi dan unsur pembangun puisi, maka selanjutnya Anda akan mampu menganalisis puisi dengan mudah. Selain itu, Anda juga dapat mendemonstrasikan puisi dengan kreatif.

Teknik membaca puisi di atas pentas. Foto: Pixabay

Ya, sebagai bentuk penghargaan atau apresiasi terhadap suatu karya sastra puisi, yakni mendemonstrasikannya, dengan cara membacakannya menggunakan teknik membaca puisi di atas pentas yang ekspresif.

Dalam membacakan puisi, hal penting yang biasanya diperhatikan seperti kemampuan menjiwai puisi yang dibacakannya dengan baik. Selain itu, kemampuan vokal, gerak tubuh, dan mimik wajah menjadi perhatian yang perlu dikuasai dengan baik oleh seorang pembaca puisi.

Teknik Membaca Puisi di Atas Pentas

Pada dasarnya, ada banyak teknik membaca puisi di atas pentas yang sering ditampilkan bergantung pada penafsiran makna dan pilihan masing-masing, yakni sebagai berikut.

1. Pembacaan Tekstual

Teknik membaca puisi ini memiliki ciri yaitu membawa teks pada saat tampil. Seorang pembaca puisi sesekali dapat melihat teks puisi yang dibacanya secara langsung, karena memang tidak ada tuntutan hafalan sebelumnya. Secara umum, dengan teknik ini, pembacaan puisi dapat divariasikan dengan gaya atau gerak tubuh, seperti berdiri, duduk, dan bergerak, namun semuanya terbatasi atau tidak bisa bergerak bebas dan leluasa.

2. Pembacaan Deklamasi

Teknik membaca puisi di atas pentas ini dilakukan dengan menghafal teks puisi terlebih dahulu, karena pada saat tampil tidak membawa teks puisinya. Pentingnya si pembaca memiliki daya hafalan yang bagus, agar pada saat pembacaan puisi dapat dilakukan dengan maksimal. Karena banyak faktor yang mempengaruhi kekuatan hafalan si pembaca, bisa saja lupa lirik puisinya karena tekanan emosional atau grogi yang berlebihan. Keuntungan teknik ini memberikan keleluasaan dan bebas bergerak karena tidak terikat dengan teks secara visual. Selain itu, adanya keharusan untuk menampilkan penghayatan yang lebih baik, ekspresi, suara, gestur, dan mimik wajah yang lebih baik dibandingkan dengan teknik tekstual.

3. Pembacaan Teatrikal

Dari dua teknik membaca puisi yang sudah dijelaskan di awal, teknik ini lebih kreatfi dan ekspresif. Teknik pembacaan teatrikal selain dibutuhkan hafalan yang kuat, penampilannya dituntuk dengan ekspresi, penghayatan, dan penjiwaan totalitas terhadap isi puisi yang dibacanya. Tak hanya itu, penampilan teknik membaca puisi di atas pentas ini menjadi lebih menarik karena didukung dengan eksesoris, musik, latar, dan setting panggung.

Membacakan puisi dengan gaya yang dijelaskan tersebut, harus dibarengi dengan latihan yang rutin agar hasilnya maksimal. Apapun gaya yang dipilih harus didasarkan pada beberapa aspek seperti kesiapan diri, situasi kondisi, kecocokan puisi, dan sarana pendukung yang memadai. Proses latihan dapat dilakukan dengan membaca puisi di depan cermin, direkam video, atau membacakannya di depan teman atau keluarga untuk melatih mental dan menambah jam terbang pengalaman membaca puisi.

Langkah-Langkah Membaca Puisi

Berikut ini adalah langkah-langkah pembacaan puisi yang harus dikuasai dengan menggunakan teknik membaca puisi di atas pentas.

  1. Berdiri dengan tenang dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.
  2. Tubuh dihadapkan kepada penonton, kuasai mental dan situasi dengan cara mengarahkan pandangan ke sekeliling. Dilanjutkan dengan memberikan salam.
  3. Pertama yang harus dibaca adalah judul dan nama penulis puisi dengan jelas.
  4. Berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Kemudian mulailah membaca puisi dengan penghayatan penuh.
  5. Selama membaca puisi harus fokus dan perhatikan larik puisi agar tidak salah membaca. Usah hiraukan hiruk pikuk atau riuhnya suara penonton.
  6. Pastikan Anda bersikap tenang, kemudian berhenti sejenak, embuskan napas perlahan, hormat kepada penonton sambil menunduk.
  7. Jangan tergesa-gesa pada saat Anda meninggalkan tempat pembacaan puisi.
Untuk menjadi pembaca puisi yang hebat tentu tidaklah instan dan butuh proses. Jika terus konsisten berlatih dan semakin sering tampil membaca puisi, maka nantinya akan semakin terasah kemampuannya seiring bertambahnya pengalaman. Di samping itu terus berlatih teknik membaca puisi di atas pentas dengan serius, maka akan mempermudah pembaca memberikan penampilan terbaiknya.