Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menganalisis Struktur Teks Iklan, Ciri-Ciri Bahasa Iklan, dan Mengonstruksi Tujuan Iklan

Tentunya Anda sering membaca teks-teks iklan, baik cetak maupun media lainnya. Iklan yang Anda baca dapat dikategorikan menarik atau tidak. Iklan diartikan sebagai penyampaian informasi kepada publik dan memiliki ciri-cirinya sendiri. Sama halnya dengan iklan yang tampil di laman blog, sekian banyak iklan adsense ada yang tayang dengan desain menarik dengan gambar yang variatif, namun ada juga yang hanya berupa tulisan-tulisan tanpa gambar. 

Iklan adalah pemberitahuan yang bertujuan mendorong atau membujuk khalayak untuk melakukan sesuatu. Iklan tergolong ke dalam karya yang bersifat persuatif, yakni bersifat membujuk, merayu, mengajak, atau memengaruhi banyak orang. Lantas, bagaimana Anda menganalisis struktur teks iklan, ciri-ciri bahasa iklan, dan mengonstruksi tujuan iklan? Mari kita pelajari ulasan berikut ini.

Secara umum, iklan yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

 1.  Struktur Teks Iklan

Iklan yang dibuat harus unik dan menarik perhatian agar masyarakat menikmati dan mengingat iklan tersebut. Pengiklan harus menggali banyak ide kreatif untuk menciptakan iklan yang menarik dan membekas di benak khalayak. Dengan adanya ketertarikan tersebut dapat mendorong mereka untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang diiklankan tersebut.

  • Iklan harus berbeda tapi jangan berlebihan. Perlu adanya strategi bagaimana agar iklan yang ditayangkan terlihat lucu, aneh atau norak, tetapi jangan sampai pesan yang disampaikan melalui iklan tersebut terkesan negatif. Jika hal itu terjadi, maka khalayak akan malas memperhatikan iklannya.
  • Iklan harus memiliki kunci visual. Kunci visual adalah iklan tentang keunikan, berbeda dan memiliki karakter yang kuat. Khalayak cenderung mengingat iklan yang terlihat unik dan memiliki nilai jual yang tinggi.
  • Logo harus menonjol dan mudah diingat. Artinya, logo yang terlihat menonjol berkaitan dengan kesadaran khalayak atas merek yang diiklankan, meski dari jarak yang jauh.
Penting, iklan harus singkat dan jelas agar pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh khalayak umum. Perhatikan pula bahwa semakin panjang iklan semakin mahal biaya promosinya. Maka gunakanlah bahasa lugas dan diksi yang tepat. Kemudian buatlah judul atau slogan iklan yang unik dan menarik agar mampu membuat masyarakat penasaran untuk membacanya lebih lanjut.

2. Ciri-Ciri Bahasa Iklan

Bahasa iklan bersifat persuasif. Tujuannya agar konsumen melakukan sesuatu atau bertindak sesuai amanat iklan tersebut. Bahasa iklan menggunakan diksi dalam bentuk rayuan, anjuran atau ajakan yang dapat menimbulkan rasa penasaran. Adakalanya bahasa iklan tidak logis dan mengabaikan kaidah bahasa Indonesia yang benar. 

Contohnya, "Mata merah hilang seketika". Sekilas kita menafsirkan, jika kita membeli obat tetes tersebut, maka mata yang berwarna merah bisa hilang, artinya jadi tidak bisa melihat. Padahal tujuan sebenarnya adalah jika kita membeli obat tetes tersebut, maka sakit mata sembuh dengan cepat atau mata yang berwarna merah menjadi putih atau bening dengan cepat.

Iklan berdasarkan pembagiannya secara umum adalah sebagai berikut.

  • Iklan Tanggung Jawab Sosial. Bertujuan untuk menyebarkan pesan yang bersifat informatif dan edukatif agar khalayak bertanggung jawab terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan. Contoh iklan anjuran.
  • Iklan Bantahan. Tujuannya untuk membantah atau melawan isu yang merugikan dan memperbaiki citra seseorang, perusahaan, atau merek. Contoh iklan melawan informasi hoax. 
  • Iklan Pembelaan. Iklan yang bertujuan untuk membantah atau membela. Contoh iklan hak paten.
  • Iklan Keluarga. Pemberitahuan tentang terjadinya suatu peristiwa kekeluargaan kepada keluarga atau khalayak. Contoh iklan dukacita, pernikahan, atau wisuda.
Iklan berdasarkan jumlah sasaran atau target penggunaan media

  • Iklan above the line yaitu media yang sasarannya berjumlah besar seperti yang terdapat dalam surat kabar, majalah, tabloid, televisi, radio, dan internet.
  • Iklan below the line adalah iklan yang menggunakan media khusus seperti poster, spanduk, stiker, display, dll.
Berdasarkan luas ruang iklan yang dipakai (media cetak)

  • Iklan Baris. Iklan ini dibuat hanya terdiri atas 3-4 baris dengan hitungan biaya relatif lebih murah. Bahasanya sederhana dan penulisanya disingkat.
  • Iklan Kolom. Memiliki space lebih luas atau lebar satu kolom, lebih tinggi dibanding iklan baris. Memuat pesan verbal dan nonverbal sebagai ilustrasi gambar, simbol atau tanda-tanda visual lainnya.
  • Iklan Advertorial. Berisi tentang pariwisata, perkembangan daerah, potensi alam, pendidikan, dan lainnya dengan ditandai tulisan advertorial.
  • Iklan Display. Memperlihatkan ilustrasi berupa gambar baik foto maupun grafis dengan ukuran yang lebih besar di samping pesan verbal tertulis. Biasanya digunakan oleh organisasi bisnis dan sosial.
Berdasarkan jenis media yang digunakan.

  • Iklan Cetak. Dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak baik teknologi sederhana maupun kompleks. Contoh surat kabar, baliho, poster, spanduk.
  • Iklan Elektronik. Menggunakan media elektronik seperti radio dan televisi.
Berdasarkan Tujuannya

  • Iklan Komersial, yaitu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi.
  • Iklan Nonkomersial, yaitu bertujuan sekedar menyampaikan informasi, mempersuasi dan bukan keuntungan ekonomi melainkan keuntungan sosial.
Berdasarkan isi pesan iklan.

  • Iklan Politik, merupakan periklanan citra atau jati diri yang diarahkan untuk membangun reputasi seseorang pejabat publik atau politisi. Banyak diinformasikan melalui media cetak dan elektronik.
  • Iklan Pendidikan, yaitu iklan yang memiliki konten atau isi yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Iklan ini biasanya dibuat oleh kementerian pendidikan atau lembaga pendidikan baik pemerintah maupun nonpemerintah.  
  • Iklan Kesehatan. Iklan ini berisi program, informasi, atau ajakan yang mengarah pada bidang kesehatan, yang dibuat dengan sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
  • Iklan Pariwisata. Iklan ini mempromosikan daerah wisata atau akomodasi wisata.
  • Iklan Olahraga. Iklan ini berisi seputar aktivitas olahraga baik bersifat massal maupun perorangan.
  • Iklan Lowongan Pekerjaan. Iklan yang berisi aneka lowongan kerja.
Berdasarkan cakupan wilayah sasaran

  • Iklan Lokal. Cakupan wilayahnya hanya sebatas diperdesaan atau perkotaan (kabupaten) saja.
  • Iklan Regional. Cakupan wilayahnya lebih luas hingga setingkat provinsi.
  • Iklan Nasional. Cakupan wilayahnya berada di seluruh suatu negara.
  • Iklan Internasional. Cakupan wilayahnya membidik khalayak lebih dari satu negara.
Berdasarkan fungsinya, sebagai berikut.

  • Iklan Informasi. Tujuannya menitikberatkan sebagai sebuah informasi untuk khalayak.
  • Iklan Persuasi. Tujuannya menitikberatkan pada upaya memengaruhi khalayak untuk melakukan sesuatu atau membeli produk tertentu.
  • Iklan Mendidik. Tujuannya menitikberatkan pada kegiatan mendidik, agar khalayak mengerti dan mempunyai pengetahuan terhadap sesuatu.
Setiap iklan tentu mempunyai tujuan atau makna tertentu, yang dibuat secara efektif agar pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh khalayak. Tujuan isi iklan dikonstruksi dengan efektif agar tidak terjadi salah tafsir. Oleh karena itu, pentingnya mengetahui cara mengonstruksi tujuan iklan dengan memperhatikan langkah-langkah berikut ini. 

  1. Menganalisis produk yang hendak dipasarkan.
  2. Menganalisis khalayak atau sasaran produk.
  3. Memilih bahasa yang tepat untuk membuat iklan.
  4. Menyusun kalimat iklan secara efektif.
  5. Melengkapi iklan dengan gambar yang mendukung.
  6. Merevisi iklan yang dikonstruksi mengenai kesesuasian makna dan tujuannya.
Kemudian, ide untuk menyusun teks iklan bisa didapatkan dengan cara melihat iklan-iklan yang menarik baik cetak maupun elektronik. Selain itu, pelajari pula teknik dimulai dari yang sederhana hingga detail untuk menyusun teks iklan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kegagalan fungsi iklan dalam menarik perhatian khalayak.