Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Webinar Upaya Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak

 



GHIRAHBELAJAR.COM - Webinar Upaya Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak

JAKARTA - Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) Uhamka berkolaborasi dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan Universitas Tadulako menggelar webinar bertajuk “Komunikasi Empatik dan Upaya Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak di Masa Pandemi”, Kamis (3/12). Kegiatan ini diikuti oleh 558 peserta dari dosen serta mahasiswa dari Universitas Tadulako.

Ketua Lemlitbang Uhamka, Suswandari, mengatakan, Kota Palu menjadi salah satu wilayah sasaran dari Lemlitbang Uhamka dan UNDP untuk program ini. Kegiatan ini, kata dia, berkaitan dengan pelaksanaan perlindungan pada perempuan dan anak yang menjadi korban tindak kekerasan, yang saat ini makin banyak model dan modus operandinya.

Suswandari mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak wali kota Palu. “Diterima oleh Asisten III untuk membuat rancangan SOP pelayanan perempuan dan anak korban tindak kekerasan yang berstandar Covid,” katanya, Kamis (3/12).

Selama tiga bulan terakhir, Agustus-Oktober 2020, terdapat 686 kasus kekerasan perempuan yang terjadi di wilayah Sulawesi Tengah. Jumlah kasus tersebut merupakan akumulasi dari semua daerah di Sulawesi Tengah yang tercatat dalam Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni-PPA).

Dalam beberapa pekan ke depan, Lemlitbang Uhamka bersama UNDP akan melakukan tindak lanjut ke Kota Palu untuk memberikan penyuluhan. Nantinya, kata dia, agenda ini dapat dijadikan sebagai pedoman untuk seluruh Kota Palu. Hal ini menjadi harapan bagi Lemlitbang Uhamka dan UNDP agar korban kekerasan perempuan dan anak dapat berkurang, dan yang sudah terlanjur menjadi korban, semoga bisa tertangani dan berdaya kembali.

Sementara itu, Muhammad Khairil, dekan FISIP Universitas Tadulako, berharap setelah ini ada langkah lanjutan untuk pengembangan riset tentang perempuan dan anak. “Mudah-mudahan setelah ini, kita punya Langkah-langkah kedepan dalam pengembangan riset, khususnya terkait kajian perempuan dan anak. Karena memang dalam banyak fakta, Sulawesi tengah termasuk kota palu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai kasus yang terkait dengan perempuan dan anak ini,” ujar Khairil. (blt)