Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jubah Agama dan Ketelanjangan




GHIRAJBELAJAR.COM, Jubah Agama dan Ketelanjangan


Oleh: Ahmad Soleh

Agama dan semua yang berkaitan dengannya kadung kita anggap barang suci. Yang tak boleh dinoda, dinista, atau dihina.

Slogan "bela agama" hingga teriakan "Allahu Akbar!" menggema kala amarah dan nafsu menguasai jiwa. Perilaku kasar, tindakan biadab, caci maki, dan menghalalkan segala cara pun dilakukan dengan jubah agama.

Supaya terlihat suci dan dianggap paling benar. Sudahkah kita sadari, saat ini tak ada beda antara jubah agama dan ketelanjangan yang selama ini kita anggap porno, asusila, dan menabrak norma agama?

Ya, kadang kita makin terjebak dalam simbolitas jubah agama, kadang kita juga terlampau jauh meninggalkan nilai-nilai welas asih yang diajarkan agama. 

Antara jubah agama dan ketelanjangan makin bias. Kala yang terlihat buruk, ternyata ada sisi baiknya.

Kita yang bimbang berpegangan di tengah, antara tarikan simbol dan makna. Jubah agama bukanlah agama. Ketelanjangan bukanlah keburukan.

Jubah bisa menutupi ketelanjangan karena ketelanjangan itu fitrah manusia. Agama membawa damai dan sejuk. 

Kebencian jangan membuat kita tak berlaku adil. Adillah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.

Ya Allah, ampunilah hamba.