Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Bukuku: Mendengar Suara Hati

 Ini Bukuku: Mendengar Suara Hati

Oleh: Iwan Sumantri


Cibadak- 28 November 2020. Masih disuasana hari guru nasional (HGN) 2020, tak salah rasanya guru ataya mencoba berbagi tentang sesuatu yaitu, guru biasa memberitahu, guru yang baik menjelaskan, guru yang hebat menginspirasi dan guru mulia karena karyanya.

Ada buku yang guru ataya tulis yaitu Mendengar Suara Hati, rasanya pas nih di suasana hari guru nasional, suara hati seorang guru matematika perlu di dengar. Mendengarkan suara hati lebih dari suara-suara lain, yang sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang diri kita.

Deskripsi Mendengar Suara Hati

Sinopsis:
Menjadi pendidik adalah pilihan mulia,
karena bisa menebarkan ilmu pegetahuan sekaligus memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.

Buku ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang guru Matematika yang selalu berusaha mengevaluasi dirinya agar bisa menjadi guru yang hebat, menjadi panutan, teladan dan menginspirasi banyak orang. Ia selalu berusaha mendengarkan suara hati lebih dari suara-suara lain yang sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Ia yakin suara hati adalah yang paling tahu dan mengerti tentang dirinya. Ia juga selalu berusaha mendengarkan suara hati orang-orang terdekatnya karena ia menyadari bahwa dirinya bukanlah orang sempurna dan masih membutuhkan nasihat, kritik dan masukan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Buku ini wajib dibaca oleh para guru, karena bisa menjadi bahan inpirasi bagaimana seorang guru bisa mendengarkan dan menerima kumpulan suara hati dari orang-orang terdekat, terutama dari keluarga, sahabat dan para siswa. Ya, ternyata mendengarkan suara hati orang lain itu perlu, terutama dari mereka yang selama ini selalu mendukung dan menyayangi kita. Dari mereka kita bisa tahu dimana letak kesalahan kita, karena sesungguhnya orang yang sempurna akalnya adalah yang selalu memperbaiki dirinya.

 


Oh...ya buku ini juga sudah banyak yang membaca dan meriviewnya, ini salah satunya:

AIH

JUDUL               :  MENDENGAR SUARA HATI

Pengarang         : Iwan Sumantri,S.Pd.

Penerbit             : CV Pena Indis

Tahun Terbit     : 2017

Tempat              : Makasar

Jml halaman     : 185 halaman

 

 

     ALASAN

Buku ini bisa dikatakan unik. Mengapa? Karena ditulis oleh seorang guru yang mau terbuka dinilai keprofesionalannya oleh orang lain serta dipublikasikannya sendiri menjadi sebuah buku. Cita-citanya menjadi guru dan penulis kini terwujud.Memang tidak pernah usaha menghianati hasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ISI BUKU YANG MENARIK

Buku ini lebih cenderung ke dimensi biografi seorang penulis. Penulis mengemasnya secara runtut dalam beberapa segmen. Segmen tersebut dimulai dari sosok penulis di mata keluarga, istri dan putra putrinya, dilanjutkan dengan pandangan kerabat sejawat terhadap dirinya, profesionalismenya sebagai guru inovatif, serta sosok beliau di mata para peserta didiknya.

Guru sebagai individu tak lepas dari segala kekurangan. Guru juga manusia. Ada dua hal yang layak kita simak dari buku ini. Pertama, kegigihan dalam meraih asa dan cita. Seorang Iwan Sumantri yang terlahir dari keluarga biasa, sejak kecil ingin menjadi guru hebat dan menginspirasi orang lain, terkabulkan. Sejak SD-SMP mengenyam pendidikan di sekolah swasta. Bahkan beliau masuk STM , walaupun cita-cita kecilnya ingin menjadi guru. Dengan tekad, kegigihaan, dan kemauan keras, kini tercapai menjadi seorang guru matematika yang gemar menulis bahkan berprestasi.

Kedua, keterbukaan menjadi profesi guru. Dalamnya laut bisa kita selami, dalamnya hati siapa yang tahu, mungkin itu yang  menjadi motivasi blak-blakan seorang Iwan Sumantri dalam mengekplor profesionalisasi dirinya di mata orang lain. Bukan hanya sanjungan dari keluarga, kerabat sejawat, peserta didiknya, melainkan cibiran, cemoohan, ekspresi ketidaksukaan. Hal ini pandangan sebagian peserta didiknya. Ada yang mengatakan guru batirang (baik tapi garang), guru galak, pemarah, guru killer-lah,guru KEPO, dan banyak lagi sebutan lainnya. Jadi, rupanya beliau ingin menguji profesionalismenya sebagai guru yang dicita-citakan sejak kecil dari sudut  suara hati orang lain.         

 

HIKMAH/PESAN MORAL

Tak ada usaha yang sia-sia dalam membaca buku.Di balik rangkaian kata, kalimat, dan paragraf ada nilai terimplisit  yang bisa kita ambil hikmahnya. Hikmah yang bisa kita ambil dari isi buku ini antara lain kegigihan, kemauan keras, dan usaha maksimal dalam meraih   cita-cita. Kelebihan dan kekurangan diri bukan atas suara hati kita, melainkan atas  suara hati mereka.