Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Resensi: Gara-gara Pagebluk





GHIRAHBELAJAR.COM, Oleh: Tesalonika Lidya. K

Judul buku: Menggebuk Pagebluk
Pengarang: Ahmad Soleh dkk
Penerbit: Pustaka Sedayu
Tahun terbit: 2020
Tebal halaman: VII x 110 halaman

Buku Menggebuk Pagebluk adalah buku yang diterbitkan oleh Pustaka Sedayu yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat di saat virus yang bernama SARS-CoV-2 atau yang biasa dikenal virus Corona menyerang bukan hanya di Indonesia , bahkan di berbagai belahan dunia. Berbagai macam permasalahan mulai dari banyaknya info tentang pandemik yang membuat masyakat menjadi resah hingga bagaimana cara kita bersatu untuk melawan virus corona terdapat dalam buku ini.

Pada awal pandemi, kita banyak mendengar informasi palsu yang tidak jelas kebenarannya atau biasa di sebut hoaks. Berita palsu tersebut membuat masyarakat bingung dan menjadi masa bodoh terhadap pandemi ini. Akibatnya banyak masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan dan membuat tingkat positif kasus Corona bertambah dengan sangat pesat di Indomedia.

Semakin hari semakin banyak pula kasus positif di Indonesia bertambah, akhirnya pemerintah mengambil keputusan dengan menerapkan physical distancing dimana seluruh kegiatan masyarakat mulai dari bekerja, beribadah, hingga belajar di rumah. Itu merupakan hal baru bagi masyarakat Indonesia dan berdampak pada semua sektor, salah satunya sektor pendidikan. Dampak yang paling mencolok adalah proses pembelajaran. Tidak pernah terfikir oleh masyarakat bahwa pembelajaran dilakukan secara daring yaitu proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah dan melakukan tatap muka melalui laptop atau gadget. Hal ini tidaklah mudah baik, bagi murid maupun pengajar, tetapi harus dilakukan demi memutus penyebaran Corona.

Selain guru dan murid, orang tua juga memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran daring. Orang tua diharpakan bisa menggantikan posisi guru karena pembelajaran dilakukan di rumah. Tapi itu bukanlah hal mudah, karena masih banyak orang tau yang tidak mampu menggunakan teknologi. Oleh sebab itu banyak siswa yang pusing dan juga malas belajar karena belum terbiasa dengan pembelajaran secara daring. Masyarakat seharusnya mempelajari tentang teknologi karena teknologi sekarang bukan lagi revolusi industri 4.0 melakukan sudah berganti menjadi revolusi industri 5.0. yang mengharuskan manusia bersaing dengan teknologi.

Tidak hanya orang tua, ada beberapa siswa yang belum mengerti teknologi. Ada juga siswa yang memiliki keterbatasan kuota internet, bahkan ada siswa yang tidak memiliki laptop / gadget. Selain itu tidak ada nya eye contact membuat kegiatan pembelajaran dating menjadi semakin sulit bagi para pengajar. Pengajar menjadi sulit mengajarekan ilmu budi pekerti secara daaring karena tidak adanya eye contact dengan murid. Bagaimani bisa mengajarkan ilmu budi pekerti jika dibatasi dengan layar. Dalam hal ini baik orang tua, guru, maupun murid harus bekerja sama untuk mengatasi permasalahan pendidikan saat ini, karena pendidikan adalah harapan terakhir bangsa Indonesia.

Era teknologi informasi yang berkembang semakin canggih membuat segala hal terasa mudah. Mulai dari hal positif seperti mudah bertransaksi online hingga hal negatif seperti cyberbullying.
Cyberbullying adalah bentuk penindasan atau pelecehan melalui perangkat digital. Cyberbullying telah terjadi sejak adanya informasi digital dan media sosial.

Cyberbullying dilakukan melalui pesan berupa teks maupun video di media sosial, dimana banyak orang yang melihat. Hal-hal negatif yang tersebar di media sosial menciptakan catatan publik atau jejak digital yang mudah di akses oleh siapa saja dan kapan saja. Cyberbullying bisa saja benar-benar mengancam. Korban mungkin akan menjadi frustasi dan tertekan sehingga berfikir ingin mengakhiri hidup. Apa pun tujuan nya , melakukan cyberbullying sama sekali tidak di izinkan . Bahkan pelaku cyberbullying bisa menghadapi masalah hukum yang serius. Untuk mencegah cyberbullying sebaiknya para orang tua dapat memberikan pemahaman dan juga pengawasan kepada anak dalam menggunakan internet dan media sosial.

Sebagai generasi muda , sudah seharusnya kita mengetahui dan terlibat aktif dalam demokrasi politik. Pendidikan demokrasi sangatlah penting untuk menciptakan SDM yang berkualitas agar dapat mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Salah satu dampak dari adanya pandemi ini adalah pemilihan kepala daerah (pilkada) yang rencananya digelar pada tanggal 23 September 2020 harus ditunda menjadi tanggal 9 September 2020. Penundaan ini telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pilkada.

Pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk berdiam di rumah, ada banyak hikmah yang dapat kita ambil. Ketika keluar rumah hendaknya kita memakai masker dan ketika sampai di rumah harus langsung mencuci tangan. Hidup bersih dan sehat menjadi gaya hidup baru. Selain itu, dengan berada di rumah saja membuat hubungan dengan keluarga menjadi semakin akrab dan intens. Kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan karena kita memiliki banyak waktu untuk beribadah dan tidak lupa untuk meningkatkan produktivitas kita.

Pandemi belum juga usai, virus Corona masih mengintai kita dimana saja. Tetapi masih banyak masyarakat yang mengabaikan himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan Boleh saja beraktivitas seperti biasa, sseperti arisan dan juga berbelanja kepasar, asalkan harus mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai kita bersikap bodo amat, kita dapat memutus penyebaran virus Corona ini dengan cara saling bergandengan tangan. Jangan terlalu panik dan jangan terlalu abai. Patuhi selalu protokol kesehatan. Marilah kita saling peduli dan juga mengingatkan agar penyebaran virus Corona bisa segera terputus.

Buku yang diterbitkan pada bulan September 2020 ini ditulis oleh banyak penulis, sehingga menjadikan buku ini kaya akan gaya bahasa yang berbeda. Tetapi tetap disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga menarik untuk dibaca.

Buku ini sangat disarankan untuk dibaca oleh semua kalangan baik tua maupun muda karena mampu membuka wawasan kita tentang teknologi,pendidikan, sampai demokrasi politik. Buku ini juga mampu memotivasi agar para pembaca lebih semangat dan bersatu untuk melawan virus ini.
#Lombamenuliskp20102020

Disclaimer: Artikel ini merupakan kiriman peserta Give Away Menggebuk Pagebluk