Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ada Sesuatu di SMPN 3 Cibadak di Hari Batik Nasional 2019

Ada Sesuatu di SMPN 3 Cibadak di Hari Batik Nasional 2019
Oleh: Iwan Sumantri


Salam Batik !
Cibadak, 2 Oktober 2019, Guru Ataya mencoba untuk berbagi tentang Hari Batik Nasional yang diselenggarakan di SMPN 3 Cibadak. Yuk...kita kilas balik dulu tentang Hari Batik Nasional.

Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober 2019. Sekretaris Jenderal Menteri Dalam Negeri Hadi Prabowo menandatangani Surat Edaran Nomor 003.3/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam Rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019. Berdasarkan surat edaran tersebut, Kementerian Dalam Negeri mengimbau seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk menggunakan baju batik pada Rabu (2/10/2019). 

Hal ini dibuat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional. Batik Indonesia telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Bendawi pada 2 Oktober 2009 oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Perayaan hari batik tahun ini akan dilaksanakan di Solo pada 2 Oktober dan 24-27 September di Jakarta. Batik merupakan kain yang dilukis dengan cairan lilin malam menggunakan alat bernama canting dan menghasilkan pola-pola tertentu pada kain. Kata batik dirangkai dari kata ‘amba’ yang berarti kain yang lebar dan kata ‘tik’ berasal dari kata titik. Artinya, batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar sedemikian rupa sehingga menghasilkan pola-pola yang indah. 


Dikutip dari laman resmi Pemerintah Jawa Barat, awalnya, batik hanya digunakan untuk pakaian raja, keluarga kerajaan, para pekerja di dalam kerajaan. Karena pekerja di kerajaan tinggal di luar keraton, mereka sering membawa pekerjaan membatik ke luar kerajaan. Oleh karena itu, tak lama kemudian banyak masyarakat yang meniru membuat batik. Awalnya, kegiatan membatik ini hanya dikerjakan oleh perempuan saja untuk mengisi waktu senggang lalu berkembang menjadi pekerjaan tetap perempuan pada masa itu. Saat ini, membuat batik dapat dilakukan oleh siapa saja. Tidak ada yang dapat memastikan kapan batik tercipta, tetapi batik sudah ada sejak zaman Majapahit silam dan terus berkembang pada raja-raja selanjutnya. 

Bangga Berbatik (Foto Dok.Pribadi)

Batik juga mulai dikenal oleh masyarakat luar negeri sejak diperkenalkan Presiden Kedua Indonesia, Soeharto pada pertengahan tahun 80-an dengan memberikan batik sebagai cinderamata bagi tamu-tamu negara. Tak hanya itu, Presiden Soeharto juga mengenakan batik saat menghadiri konferensi PBB yang membuat batik semakin terkenal. Sejak pengukuhan batik menjadi warisan budaya Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009, perkembangan batik di Indonesia makin pesat. Berbagai macam batik dengan motif-motif baru serta corak dengan warna yang lebih menarik semakin bertambah.

Pada awal kemunculannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan Budhisme. Seiring dengan perkembangan teknologi, pembuatan batik pun juga tidak terbatas dengan menggunakan canting atau biasa disebut batik tulis. Batik cap yang dibuat menggunakan cap atau alat semacam stempel muncul untuk mempercepat waktu pembuatan batik. Namun, batik cap kurang dianggap memiliki nilai seni dan dihargai dengan murah dibandingkan dengan batik tulis.

Nah, itu sekilas tentang Hari Batik Nasional 2019.

Bagaimana Hari Batik Nasional di SMPN 3 Cibadak? 
Kegiatan di mulai dengan aktifitas kuliah Dhuha dengan kutil dan shalat dhuha bersama. Pakaian ? So pasti siswa Berbatik....termasuk bapak Ibu guru.

Ternyata dari 814 siswa hampir 75% mereka  memiliki batik yang bervariasi ... gurunya tentunya berbatik bervariasi.

Bangga dan punya rasa memiliki tentu manusiawi sebagai warga di NKRI ini....Yuk Mari kita jaga dan lestarikan Batik ini ! Aktifitas dilanjutkan dengan rapat dinas bulana Oktober 2019 !

Berikut hasil album foto dari lensa Guru Ataya :



















Video Lengkapnya ada disini !