Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ada Nilai Karakter di Leg 2 Semi Final Liga Champion Eropa 2019

Ada Nilai Karakter di Leg 2 Semi Final Liga Champion Eropa 2019
Oleh : Iwan Sumantri

Masih ingat dua pertandingan sepak bola di ajang semi final leg 2 Liga Champions UEFA  tanggal 8 Mei 2019 dini hari  lalu yang mempertemukan dua tim besar dunia Barcelona (Spanyol) Vs Liverpool (Inggris) dan tanggal 9 Mei 2019 Ajax Amsterdam (Belanda) Vs Tottenham Hotspurs (Inggris). Dilihat dari hasil akhir dua pertandingan dunia tersebut cukup berkelas, fantastis dan menakjubkan. 

Liverpool melaju ke Final setelah sebelumnya kalah 0-3 di leg 1 atas Barcelona. Ketidak percayaan dan kemustahilan sang pelatih Liverpool Juergen Klopp bisa mengalahkan Barcelona dikandang sendiri dengan skor 4-0 menuai sejarah dipersepakbolaan antar klub Eropa

Tottenham Hotspurs tak kalah serunya, dikandang pada leg 1 menyerah 0-1 atas Ajax, tetapi di kandang lawan (Ajax) bisa menjungkirbalikan keadaan, menang 3-2 atas Ajax, sehingga melenggang ke Final ( 1 Juni 2019 di Madrid) berhadapan dengan sesama tim Inggris dan musuh bebuyutannya Liverpool.

Senyum Kemangan Sang Pelatih Tottenham Hotspur (Sumber Foto Bola.com)

Berikut Blog Guru Ataya mencoba menelaah dan mempelajari hasil pertandingan tersebut di lihat dari dunia Pendidikan yang berhubungan dengan pembelajaran di Kelas, yaitu tentang pembelajaran abad 21 tentang karakter. Tidak akan mengulas jalannya pertandingan yang cukup menguras pikiran, sport jantung dan membuat deg-degan buat para pendukung fanatik ke empat tim yang bertanding, tapi sebagai guru blog guru ataya mencoba mempelajari, menyimak,mengamati dan menyaksikan langsung via TV swasta dua pertandingan tersebut. Ada Nilai Karaketr di Leg 2 Semi Final Liga Champion Eropa 2019 tersebut.


1) Nilai Religius
So pasti mereka semua adalah pemain-pemain yang memiliki kepercayaan akan adanya Tuhan, alias beragama. Kita lihat semua pemain sebelum pertandingan berdoa sesuai dengan kepercayaan dan agamanya. Anda tahu? ada dua pemain Ajax Amsterdam Hakim Ziyech dan Noussair Mazraoui tak melupakann kewajibannya sebagai seorang muslim untuk tetap berpuasa sambil bertanding walau memasuki menit ke-22 mereka membatalkan puasanya. Keduanya berbuka puasa bukan dengan gorengan,kolak atau teh manis hangat atau buah kurma, melainkan gel energi dalam kemasan. Mazraoui tampak mengkonsumsi sachet berisi gel energi di tengah lapangan. Saat itu menunjukkan  pukul 21.22 waktu Belanda, waktunya berbuka puasa di sana (sumber Bola Sport).

Lucas Moura sang pencetak gol ke gawang Ayax dengan tiga golnya, mengatakan : 'tiga gol yang dia ciptakan dia sebut itu Hadiah dari Tuhan.

Kemajuan teknologi abad 21 tetap nilai religius jadi nomor 1 untuk pendidikan karakter. Kita wajib meniru dan konsisten untuk menjaga dan menjalankannya di setiap aktifitas apapun itu.
Ekspresi Kemenagan Pemain Tottenham Hotspur (Sumber Foto Kompas.com) 

2) Semangat Juang Pantang Menyerah
Kita Lihat dua tim yang melaju ke Final, Liverpool dan Tottenham Hotspurs adalah tim-tim yang kalah sebelumnya di leg 1, mereka menghancurkan semua ramalan diatas kertas, menggugurkan analis pengamat-pengamat sepakbola dunia yang menjagokan Barca dan Ajax. Dengan semangat juang Pantang menyerah mereka buktikan pada kita semua, sebelum pluit tanda akhir pertandingan, semua bisa terjadi. Semangat untuk menang,fokus pada target untuk ke Final dan keyakinan yang kuat bahwa mereka bisa telah terbukti dan disajikan oleh kedua tim tersebut.

3) Kerjasama dan Disiplin
Ibarat siswa menyelesaikan tugasnya dalam pembelajaran untuk menyelesaikan masalah dalam lembar kerja yang di berikan gurunya. Para pemain Liverpool dan Tottenhams Hotspur membuktikannya dengan kerjasama dan disiplin main sesuai dengan instruksi dari pelatihnya, mereka buktikan hasilnya optimal dan bisa melaju ke Final

4) Sportifitas dan Mengakui Kelebihan Orang Lain
Kita bisa lihat diakhir pertandingan dua tim yang kalah Barcelona dan Ajax tetap bersalaman dan saling merangkul, sportif dan mengucapkan selamat kepada lawannya. Layak dan perlu diapresiasi oleh kita dan bisa dijadikan pembelajaran buat kita semua, apalagi kita hidup di negera demokrasi yang baru saja menyelesaikan Pemilu. Nilai Sportifitas dan Mengakui kemangan orang lain layak untuk kita jalani di setiap aktifitas kehidupan kita.

Itulah empat nilai karakter setidaknya yang bisa di pelajari dan jadi bahan pembelajaran buat kita semua. Tentunya masih banyak nilai karakter yang tersaji di dua laga semifinal tersebut.

Semoga kita semuanya bisa mengambil sesuatu yang bermanfaat di setiap momen yang tersaji di era digital abad 21 yang bisa kita jadikan nilai-nilai karakter untuk anak-anak kita generasi emas di mendatang.